Home / Pengolahan Hasil Pertanian

Pengolahan Hasil Pertanian

Ada 2 program pelatihan dikejuruan ini, yaitu:

  • Processing Hasil Pertanian

Pada Program Processing Hasil Pertanian, peserta pelatihan diajari bagaimana cara mengolah hasil pertanian, seperti mengolah buah naga menjadi minuman, bakpia, keripik kulit buah naga, selai buah naga, juga membuat keripik pisang, jamu bubuk serta olahan lain yang biasa dipraktikkan dirumah. Sehingga dapat mengolah hasil pertanian dan memiliki nilai tambah. Program Processing Hasil Pertanian sendiri dilaksanakan 20 hari pelatihan dan 30 hari OJT (On The Job Training).

Unit Kompetensi yang dipelajari:

  1. Mengikuti Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)
  2. Mengikuti prosedur kerja menjaga  praktek pengolahan yang baik (GMP)
  3. Membersihkan dan sanitasi Peralatan
  4. Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Keamanan Pangan
  5. Mengadakan/Membeli Stok Bahan Baku dan Bahan Lain
  6. Menerima dan Mempersiapkan Bahan
  7. Mengemas Dan Menyiapkan Produk Untuk Dipasarkan
  8. Berpartisipasi Secara Efektif di Pabrik Rerotian
  9. Melakukan proses pencampuran bahan adonan
  10. Mengoperasikan proses pembentukan adonan
  11. Melakukan pengembangan akhir dan pemangganan roti
  12. Melakukan Proses Produksi Roti

  • Program PembudidayaanSayur Hidroponik

Peserta diajari melakukan praktik perawatan tanaman yang baik budidaya konvensional, budidaya hidroponik maupun budidaya smart farming. Program tersebut dilaksanakan 20 hari pelatihan dan 30 hari OJT (On The Job Training).

Program Hidroponik ini memiliki peluang yang besar dalam hal supply ke pasar induk maupun supermarket, mengingat masih sedikitnya pelaku Hidroponik di Banyuwangi.

Unit Kompetensi yang dipelajari:

  1. Menerapkan ketentuan K3 dan Lingkungan di tempat kerja
  2. Menyediakan Prasarana Pesemaian Tanaman
  3. Menanam Bahan Tanam
  4. Memanen Hasil Tanam
  5. Memelihara Sistem Hidroponik
  6. Memonitoring Sistem Hidroponik
  7. Memasang Sistem Hidroponik

Diharapkan dengan praktik langsung di lapangan, para peserta mempunyai kemampuan softskill yang lebih di bidang budidaya dan nantinya mandiri dan atau lebih siap memasuki dunia kerja.